SDIT Al-Hamidiyah :: Pendahuluan :: Visi dan Misi :: Kurikulum :: Prestasi :: PSB :: Ekstrakurikuler :: Fasilitas
2019-09-13 08:34:01

Kurikulum SDIT Al-Hamidiyah

-

SDIT Al-Hamidiyah sebagai Sekolah Dasar Islam Terpadu yang memadukan Muatan Kurikulum:

1. Kurikulum Nasional 2013

2. Pembelajaran tilawah Al-Qur’an

3. Penanaman Pendidikan Karakter Islam yaitu Akhlakul Karimah

4. Pemahaman setiap Anak adalah Unik dalam konsep Multiple Intellegence

5. Penguasaan wawasan Global – Kemampuan Bahasa Inggris dan TIK

6. Pembelajaran kecerdasan siswa abad 21- Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration

Program Unggulan SDIT AL-Hamidiyah

SDIT Al-Hamidiyah menekankan pentingnya proses pembelajaran yang menyesuaikan dengan tingkat perkembangan dan peran aktivitas fisik siswa dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Berikut ini program-program pembelajaran yang telah dilaksanakan:

1. Kelas Montessori untuk kelas 1 sd. Kelas 3

Kelas Montessori menekankan pada penggunaan bahasa Inggris dalam hal Practical Life   (Keterampilan dalam kehidupan sehari-hari) yang melibatkan kemandirian, kesadaran sensori, seni berbahasa, Matematika dan Geometri serta Budaya (Geografi, waktu sejarah. seni, sains, dll). Setelah program ini, siswa melanjutkan pembelajaran di kelas Bilingual.

2. Kelas Bilingual untuk Kelas 4 sd. 6

Kelas Bilingual menekankan penggunaan B.Inggris dalam bahasa komunikasi dan pengantar pengajaran di kelas, kecuali untuk pembelajaran dengan guru Agama, B.Indonesia. Para siswa mendapatkan pengetahuan lebih dalam pembelajaran Math, Science dan English. Para siswa tetap mendapatkan pembelajaran Tematik Kurikulum K-13 dan beberapa Muatan Lokal Sekolah.

3. Kelas Reguler 1 sd. 6

Kelas Reguler adalah kelas yang mengimplementasikan Kurikulum Nasional  tetapi tetap menitiberatkan pada pembelajaran yang berkualitas. Para siswa tetap mendapatkan pembelajaran Tilawah, kegiatan tahunan, Eks-kul dll. Meskipun B.Indonesia  adalah bahasa Pengantar pengajaran di kelas, B.Inggris juga dilatihkan dalam pembiasaan instruksi atau konteks kelas. Muatan B.Inggris dipelajari sebagai bagian pelajaran Muatan Lokal.

4. Pembelajaran Tilawah Al-Qur’an

Seluruh Siswa SDIT Al-Hamidiyah mendapatkan pembinaan Tilawah Al-Qur’an dengan Tartil.  Para siswa diharapkan memiliki bekal dan kemampuan yang baik untuk membaca Al-Qur’an dan menggunakannya dalam beribadah sehari-hari. 

5. Program Pembinaan Kelas 6

SDIT Al-Hamidayah berusaha menyiapkan para siswa kelas 6 untuk memiliki pengetahuan yang cukup dan sikap yang baik dalam menghadapi Ujian Sekolah dan Ujian Berstandar Nasional. Program ini terdiri dari serangkaian kegiatan yang dimulai pertengahan semester 1 untuk siswa kelas 6. Program pembinaan kelas 6 mengikuti perkembangan dunia pendidikan juga Peraturan Pendidikan Nasional yang berlaku di Indonesia.

6. Pembinaan  Masa Pubertas

Masa Pubertas adalah masa yang perlu disiapkan pengetahuan yang baik dari segi Fisik (Aqil) maupun segi Aqidah (balig). SDIT Al-Hamidiyah menjadi mitra orang tua, dalam menyiapkan  putra/putrinya menghadapi masa pubertas. Pembinaan ini diberikan pada  para siswa di kelas 5 di setiap tahun pelajaran. Untuk pembinaan yang secara kontinyu adalah kegiatan Keputrian dan Keputraan untuk seluruh kelas.

7. Program Kegiatan Tahunan

Setiap tahun para siswa akan melaksanakan kegiatan yang bervariatif sesuai dinamika kelas dan kebutuhan target tahunan, termasuk kegiatan hari besar nasional maupun hari besar Islam. Dengan kegiatan tahunan ini, para siswa diharapkan dapat pengalaman belajar yang berbeda dengan belajar secara klasikal maupun tatap muka. Beberapa kali dalam kegiatan tahunan, SDIT Al-hamidiyah mendatangkan/mengundang para pakar pendidikan atau yang ahli dibidangnya untuk menjadi nara sumber di sekolah. Siswa juga bisa diajak melakukan pengamatan diluar area sekolah/kelas.  Kegiatan tahunan sangat menunjang pada pencapaian prestasi akademik dan non-akademik para siswa.

8. Program Matrikulasi, Pengayaan dan Remedial

SDIT Al-hamidiyah tetap memberikan kesempatan yang memadai agar para siswa dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal. Untuk itu program matrikulasi, pengayaan dan remedial menjadi solusi untuk mengakomodasi para siswa pada kondisi prestasi belajar tertentu. 

9. Pembinaan Bakat dan Minat

SDIT Al-Hamidiyah meyakini kecerdasan anak yang beragam. Untuk itu, para siswa diberikan pembinaan khusus baik melalui kegiatan ekstra-kulikuler maupun bagi para siswa yang memiliki bakat dan minat khusus baik bidang akademik maupun non-akademik. Dengan demikian, para siswa dapat mengembangkan kemampuannya dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba-lomba dan meraih prestasi.

10. Pembinaan Akhlak dan Ibadah sesuai dengan tuntunan Agama Islam

Kekuatan pembelajaran yang Islami adalah penguatan dalam pembinaan akhlak dalam belajar dan beribadah. Untuk itu, SDIT Al-Hamidiyah membekali para siswa dengan pola pembiasaan, keteladanan, dan pelaksanaan kegiatan rutin dalam beribadah/doa harian. Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal dan penguat bagi para siswa untuk berperilaku sesuai nilai-nilai dan norma Islam.

Program Kesiswaan dalam hal Pengembangan Diri, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

1. Kegiatan rutin sekolah

Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan (kuku, telinga, rambut, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan lain-lain), beribadah bersama atau shalat bersama setiap zuhur dan sholat Dhuha, berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan, atau teman.

2. Kegiatan spontan

Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga. Apabila guru mengetahui adanya perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik itu. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak senonoh.

3. Keteladanan

Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. Misalnya, berpakaian rapi, datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, kasih sayang, perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan

4. Pengkondisian

Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan. Misalnya, toilet yang selalu bersih, bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu dibersihkan, sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur.

Kegiatan Belajar
  1. Dengan Ratio 30 orang murid perkelas, yang di fasilitasi oleh 2 (dua) orang guru, diharapkan pembinaan secara individual dapat berlangsung efisien dan efektif.
  2. Kegiatan intra kurikuler meliputi kegiatan pembelajaran mata pelajaran umum dan agama dengan program remedial dan pengayaan.
  3. Kegiatan ekstra kurikuler meliputi pelajaran seni rupa, bahasa inggris, science club.

Tenaga Pengajar

  1. Satu kelas di tangani oleh 2 (dua) orang guru.
  2. Guru bidang studi : Agama, Montesori, Bahasa Arab, Umi, Musik, Komputer, Olah Raga, dll
  3. Tenaga Psikolog dan konsultan pendidikan.