Sekolah Al-Hamidiyah
Berita
Home / Berita

Bedah Buku Ke-Alhamidiyah-an, Pengasuh: Pahami Nilai Luhur Kiai Sjaichu

Senin, 20 November 2023 Oleh Kajis 108 kali

DEPOK - Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, Prof. Dr. KH. Oman Fathurahman, M.Hum, menyampaikan pesan penting melalui peluncuran buku "Pedoman Memahami Nilai-Nilai Ke-Alhamidiyah-an: Inspirasi Ilmu K.H. Achmad Sjaichu". Acara yang berlokasi di Aula SMPI Al-Hamidiyah ini dihadiri oleh para dzuriyah, tokoh, alumni, serta wali santri  Pesantren Al-Hamidiyah (Sabtu, 18/11/2023).

Sebagai ketua tim penulis sekaligus pembicara, Kiai Oman menekankan tujuan utama penyusunan buku ini. Di samping itu, beliau juga menyebutkan bahwa buku ini bukan karya pribadi, melainkan hasil kolaborasi dari keluarga besar Al-Hamidiyah.

“Niat utama penyusunan buku ini adalah menjadikannya sebagai rujukan untuk memahami nilai luhur kepesantrenan yang diwariskan oleh Kiai Achmad Sjaichu, ungkap sosok peraih Habibie Prize 2023 tersebut. 


Kiai Oman mengungkapkan, proses penyusunan buku ini melibatkan wawancara dengan berbagai pihak, termasuk para alumni. Melalui judul "Inspirasi Ilmu KH. Achmad Sjaichu", buku ini bertujuan untuk merumuskan nilai-nilai spiritual dan inspirasi dari kehidupan Kiai Sjaichu.

“Kami membuat anak judul ini lama merumuskannya, ada beberapa judul alternatif, yang  terakhir rimanya enak didengar u-u. Itu hasil istikharah juga. Jadi, di Al-Hamidiyah itu selalu kita ingin memadukan antara nalar dan rasa. Nah supaya para santri itu mudah memahami dan mengingat maka dibuatlah judul inspirasi ilmu Kiai Sjaichu, dan memang yang ingin disampaikan adalah nilai-nilai luhur spiritual kepesantrenan yang berupa ilmu dan berupa inspirasi dari kehidupan Kiai Sjaichu,” tutur Kiai Oman.

Begi Kiai Oman, inspirasi ilmu itu ibarat sesuatu yang bisa dipelajari semacam hard skill-nya ada ilmu nahwu, sharaf, gramatika Arab, ngaji kitab, atau ilmu kepemimpinan. Namun demikian, ada soft skill yang sebetulnya ingin juga dititipkan bahwa pengalaman hidup Kiai Sjaichu itu tidak bisa dipelajari secara kurikulum di sekolah, seperti akhlak pribadinya, akhlak bermasyarakatnya, itu tidak bisa dipelajari kecuali dengan memahami dan mengetahuinya.