Teaching for Impact: Implementasi SOLO Taxonomy” bagi Tenaga Pendidik di TPQ Al- Hamidiyah untuk Membangun Kedalaman Berpikir Santri

Rabu, 01 April 2026 Oleh M. Yasir | 222 views

Img

Dalam upaya meningkatkan standar evaluasi dan kedalaman berpikir santri, tenaga pendidik TPQ Al-Hamidiyah mengikuti workshop mengenai penerapan Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes). Pelatihan dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Maret 2026 di ruang kelas 101 TPQ Al-Hamidiyah bersama Bapak Hadi Sukoco, S.Si., M.Pd. (KADIV PAUD DIKDASMEN YIA) sebagai narasumber. Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan instrumen yang lebih presisi dalam mengukur perkembangan kognitif peserta didik.

Taksonomi SOLO dibuat dan dikembangkan oleh Biggs and Collis sejak tahun 1982. Biggs menjelaskan SOLO sebagai “framework for understanding” atau kerangka untuk memahami. Penelitian mengidentifikasi bahwa sekitar 80% lebih guru menanyakan tentang rendahnya kemampuan berpikir siswa. Siswa biasanya hanya difokuskan untuk mengingat dan menghafal materi, namun SOLO menawarkan pendekatan yang berfokus pada seberapa kompleks jawaban atau pemahaman siswa terhadap suatu tugas dan mengukur kedalaman pemahaman siswa, bukan sekadar benar atau salah.

Dalam sesi materi, narasumber menekankan bahwa Taksonomi SOLO membantu guru memetakan kemampuan santri ke dalam lima level utama:

  1. Pre-struktural: Santri belum memahami materi, hanya mengumpulkan potongan-potongan informasi secara acak.
  2. Uni-struktural: Santri mulai menyambungkan potongan-potongan informasi, dan hanya berfokus pada satu aspek relevan.
  3. Multi-struktural: Santri memahami beberapa aspek namun masih terpisah-pisah.
  4. Relasional: Santri mampu menghubungkan berbagai aspek menjadi satu kesatuan yang utuh.
  5. Extended Abstract: Santri mampu melakukan generalisasi dan berpikir kritis di luar materi yang diajarkan.


Sebagai perbandingan, kalau Taksonomi Bloom memberikan tujuan yang jelas atas apa yang harus dicapai santri. Dengan SOLO, kita bisa melihat apakah santri benar-benar sudah mampu menghubungkan konsep atau hanya sekadar menghafal materi.

Selain teori, para peserta juga melakukan praktik langsung, yaitu dengan menggunakan bahan-bahan berupa telur, sedotan, dan selotip. Peserta dituntut bagaimana caranya supaya telur tidak pecah saat dijatuhkan dari ketinggian tertentu menggunakan bahan-bahan yang telah ditentukan. Para peserta yang merupakan tenaga pendidik dari TPQ Al-Hamidiyah sangat antusias karena dengan praktik tersebut, para guru bisa mempelajari Taksonomi SOLO secara langsung untuk kemudian dipraktikkan di kegiatan belajar mengajar secara langsung kepada santri. 

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai struktur hasil belajar, melalui Taksonomi SOLO ini, guru diharapkan dapat lebih mengenal dan memahami kemampuan berpikir santri serta dapat memberikan umpan balik (feedback) yang lebih akurat kepada orang tua serta pihak sekolah mengenai capaian akademik siswa di setiap jenjangnya.


Ditulis oleh: Nurul Izza, S.Pd.,  (Guru TPQ Al-Hamidiyah)

Postingan Terpopuler

#5
enrollment

Selasa, 30 Januari 2024 Oleh Administrator CMS | 1,472 views

Archive

1
KEGIATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2025 TPQ AL-HAMIDIYAH

Selasa, 25 November 2025 Oleh M. Yasir | 519 views

1
Serunya Santri TPQ Al-Hamidiyah Menjelajah Dunia Profesi di KidZania

Selasa, 29 April 2025 Oleh Irma Rahmawati | 997 views

1
Deep Learning: Tinjauan Pembelajaran di TPQ Al-Hamidiyah

Selasa, 26 November 2024 Oleh Hana Qonita | 1,457 views

1
Ruang Diskusi Guru TPQ Bersama Psikolog Yayasan Islam Al-Hamidiyah

Senin, 26 Agustus 2024 Oleh Hana Qonita | 1,214 views

1
enrollment

Selasa, 30 Januari 2024 Oleh Administrator CMS | 1,472 views

Hubungi Kami untuk Informasi Pendaftaran dan Harga

Img